Perihal waktu yang tidak bisa diberi jeda barang sedetik
Kepergian adalah yang pasti
Berhenti bertanya, menerawang dan menerka
Langkah kaki mana yang bisa kau kendalikan?
Bukan dengan memaksa menggenggam tangan hingga terluka
Jalan ini masih sangat panjang
Tidak untuk dipaksa
Maka pergilah wahai sang pelipur lara
Duka yang pergi sebenarnya tidak untuk ditangisi
Ia adalah haru dan tawa yang baru terasa setelah pedih yang kau simpan begitu lama
Bukankah semua ragu yang membuatmu terlambat beristirahat setiap malam itu
Sudah terjawab hari ini?
Lalu mengapa?
Semua hanya gema
Sudah kubilang, berhentilah bertanya
Anggap saja ini dogma yang harus diterima begitu saja
Atas doa-doa mu untuk kembali pada kebiakan